Jakarta – Dunia kerja mengalami perubahan signifikan sejak pandemi COVID-19, tidak hanya dalam cara bekerja tetapi juga kebiasaan berpakaian para karyawan saat menjalankan aktivitas profesional. Saat aturan kembali masuk kantor mulai diterapkan, banyak pekerja bertanya, apakah harus kembali mengenakan pakaian formal seperti sebelum pandemi? Nyatanya, pandangan mengenai busana kerja kini semakin beragam.
Setiap generasi memiliki gaya dan preferensi berbeda dalam memilih outfit ke kantor, mulai dari Gen Z, Millennial, Gen X, hingga Baby Boomer. Mereka menunjukkan cara tersendiri dalam menyeimbangkan kenyamanan, profesionalisme, dan tren fashion.
Kourtlynn Faith, seorang perempuan yang membagikan perspektifnya tentang mode, menguraikan berbagai outfit out the day (OOTD) berdasarkan generasi. Ia mengatakan, “Jika kamu sedang bekerja di perusahaan, sangat lucu melihat bagaimana setiap generasi berpakaian untuk bekerja. Lucu juga melihat apa yang dianggap setiap generasi sebagai pakaian yang ‘pantas untuk bekerja’.”
Menurut Kourtlynn, generasi Baby Boomer dikenal sebagai profesional bisnis yang sering mengenakan busana formal. “Pria Baby Boomer akan mengenakan setelan jas dan dasi ke kantor setiap hari, atau mungkin menggantinya dengan rompi sweter, tetapi tetap saja setelan jas dan dasi,” ujarnya. Generasi ini, yang lahir antara 1946 dan 1964, tumbuh di era di mana kesopanan sangat penting. Perempuan generasi ini kerap mengenakan sarung tangan dan rok panjang di bawah lutut sebagai penegasan keseriusan mereka di dunia kerja.
Saat generasi Baby Boomer mulai pensiun, generasi X dan Millennial mengambil alih, membawa perubahan dalam gaya berpakaian kerja. Kourtlynn menjelaskan, generasi X dan Millennial lebih suka bermain aman dengan blouse dan flat shoes atau high heels. Ia menambahkan, “Sebagai seorang Millennial senior, saya ingat betul pesan dari majalah perempuan di akhir 90-an tentang bagaimana pergi ke kantor ke klub tanpa perlu berganti pakaian.” Meski memiliki kemampuan finansial, beberapa perempuan usia 40-an memilih berpakaian lebih santai.
Sementara itu, generasi Z memiliki pola pikir yang lebih praktis. Kourtlynn menyebutkan, “Pilihan saya hanya antara membayar pakaian kerja atau pakaian untuk pergi keluar,” yang mencerminkan sikap generasi Z terhadap pekerjaan sebagai sarana mencapai tujuan, bukan segalanya. Mereka menyukai gaya casual bisnis dengan sentuhan istimewa, seperti memadukan sepatu sneakers New Balance dengan rok maxi dan atasan polos.
Demikian perbedaan busana kerja setiap generasi mulai dari Baby Boomer, Gen X, Millennial, hingga Gen Z.















