Investor Harus Tahu! Wealth Mindset Bikin Cuan Maksimal

Meliana Gusti

intip-perbedaan-wealth-mindset-dan-poor-mindset-dalam-investasi
Intip Perbedaan Wealth Mindset dan Poor Mindset dalam Investasi

Jakarta – Psikolog keuangan dari Creighton University, Brad Klontz, mengingatkan para investor tentang pentingnya pola pikir jangka panjang dalam berinvestasi, terutama saat pasar sedang bergejolak. Menurutnya, investor yang terobsesi dengan keuntungan cepat seringkali menanggung kerugian besar.

Klontz menyoroti fenomena “crypto bros” dan pemburu saham receh yang kerap memamerkan keuntungan instan di media sosial saat pasar bullish. Namun, ia mengingatkan bahwa mentalitas seperti itu justru berbahaya saat pasar berbalik arah.

“Saya melihat banyak video di media sosial yang terang-terangan menyarankan orang untuk menjual asetnya,” kata Klontz, seperti dikutip dari CNBC Make It, Senin (25/8/2025).

Menurutnya, saran untuk menarik dana dari pasar saat kondisi tidak stabil adalah “nasihat terburuk” yang bisa diberikan. Ia berpendapat bahwa bagi investor jangka panjang, fluktuasi pasar justru menjadi peluang untuk memperkuat portofolio.

Klontz membedakan antara poor mindset (pola pikir miskin) dan wealth mindset (pola pikir kaya) dalam berinvestasi. Poor mindset cenderung fokus pada cara cepat mengubah sejumlah kecil uang menjadi jumlah yang sangat besar dalam waktu singkat. “Pola pikir seperti ini justru bikin orang hancur,” jelasnya.

Sebaliknya, wealth mindset menekankan filosofi jangka panjang, seperti menginvestasikan sejumlah kecil uang secara rutin selama puluhan tahun untuk mencapai tujuan keuangan yang besar.

Klontz juga mengidentifikasi tiga kesalahan utama yang sering dilakukan investor dengan poor mindset:

  1. Tidak Diversifikasi: Mereka cenderung hanya berinvestasi pada satu atau dua instrumen, meningkatkan risiko kerugian.
  2. Mencoba Mengatur Waktu Pasar: Mereka mencoba menebak pergerakan pasar, padahal hal itu hampir mustahil dilakukan bahkan oleh investor profesional. “Jangan pernah percaya instingmu soal uang,” tegas Klontz.
  3. Masuk ke Aset Spekulatif: Mereka berinvestasi pada aset seperti kripto yang volatilitasnya tinggi dan harganya hanya bergantung pada sentimen pasar. “Uang untuk aset spekulatif itu ibarat uang hiburan di Vegas. Jangan pakai uang sewa rumahmu untuk itu,” imbuhnya.

Klontz menekankan bahwa inti dari wealth mindset adalah konsistensi, kesabaran, dan disiplin. Ia berharap kejatuhan pasar kripto baru-baru ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi para investor. “Kalau kamu tidak sadar uangmu di kripto itu ibarat uang judi, sekarang kamu tahu,” pungkasnya.

Popular Post

Mood Daily

Kamu Benar Mencintainya ? Ini Tanda Ketulusanmu !

Femalers – Perempuan yang benar tulus mencintai pasanganya memiliki cara tertentu untuk menjalin hubungan. Kesetiaan dalam suatu hubungan merupakan sesuatu ...

FashionOOTD

Nama Fashion Style yang Wajib Kamu Ketahui !

Femalers – Sejak dahulu gaya fashion merupakan trend yang paling cepat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dari tahun ke tahun ...

BeautyMake Up

Eyelash Extension dan Eyelash Lifting? Apa Bedanya?

Femalers – Setiap wanita pasti ingin mempunyai bulu mata yang tebal dan lentik. Berkembanglah trend eyelash extension dan juga eyelash ...

BeautySkin Care

Kulit Kusam Bikin Muram, Atasi Dengan Cara Sederhana Ini !

Femalers – Wajah kusam disebabkan oleh berbagai hal sederhana yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Penyebabnya adalah kosmetik yang ...

KarirMahMud

Karir atau Rumah Tangga? Bagaimana Menyeimbangkan Keduanya?

Femalers – Zaman sekarang ialah zaman emansipasi wanita, yang dimana wanita dapat mengenyam pendidikan dan juga berkarir. Banyak wanita yang ...

BeautyMake Up

Kesalahan Saat Bermake-Up? Apa Saja?

Femalers – Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik di depan banyak orang. salah satu penunjang kecantikan wanita ialah make ...

Tinggalkan komentar