Jakarta – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan karya baru berjudul Desember Jani. Film keluarga ini mengangkat kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Film produksi Palari Films ini disutradarai oleh Ariani Darmawan. Ceritanya berfokus pada hubungan antara seorang ibu dan anak yang tidak selalu berjalan mulus.
Dalam film tersebut, Jani yang diperankan oleh Chempa Puteri menjadi saksi pertengkaran antara Julia (Hyori Mika) dan sang ibu, Winnie (Sigi Wimala). Kejadian itu terjadi sebelum Julia memutuskan meninggalkan rumah dalam suasana yang belum selesai. Setelah itu, Jani memilih memendam perasaannya dan tinggal bersama Oma yang diperankan oleh Tutie Kirana.
Desember Jani dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia tahun ini. Film ini menarik perhatian karena seluruh proses produksi, mulai dari penyutradaraan, penulisan, hingga pemainnya, didominasi oleh perempuan.
Produser film, Meiske Taurisia, mengatakan, “Sesuatu yang menurut saya pribadi belum pernah kerja dengan perempuan sebanyak ini. Benar-benar ada Ariani sutradaranya, Cyntha Hariadi penulisnya, pemainnya juga yang semuanya sangat menyenangkan ya, itu semuanya perempuan.”
Film ini ingin menampilkan kekuatan karakter perempuan sebagai sosok tangguh dalam berbagai situasi kehidupan. Meiske menambahkan, “Kita tetap setia dengan menampilkan perempuan-perempuan yang tangguh. Kalau kita melihat cerita-cerita dari Palari Films, karakter-karakter perempuan kami memang selalu kuat.”
Selain itu, film ini mengangkat emosi perempuan dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari, menyoroti sosok ibu tunggal, nenek, dan dua anak perempuan. Meiske menjelaskan, “Film ini benar-benar menampilkan sebuah emosi perempuan di rumah, cerita kehidupan sehari-hari.”
Meski seluruh prosesnya dikerjakan perempuan, konsep ini tidak dirancang khusus berdasarkan gender sejak awal. Meiske mengungkapkan, “Dari awal kita tidak pernah merancang bahwa kita harus membuat film tentang perempuan. Kebetulan ya memang semuanya berjenis kelamin perempuan.”
Sutradara Ariani Darmawan menjelaskan inti cerita film ini adalah dinamika dalam keluarga. “Ketika kita pulang, apa yang kita akan bawa? Ini film tentang banyak hal ya sebetulnya. Ini film tentang keluarga,” ujarnya.
Ariani menambahkan, “Kita melihat bagaimana hubungan keluarga kadang kita tidak selalu bisa mengatakan apa yang ingin kita katakan, dan ketika kita mengatakannya, belum tentu juga tersampaikan dengan baik. Jadi, bagaimana cara keluarga ingin saling terkoneksi, tapi mereka belum benar-benar tahu caranya.”
Produser Meiske menyampaikan bahwa film ini berbicara tentang cinta dalam keluarga yang hadir dengan berbagai sisi dan rasa yang tidak selalu sederhana. “Film ini sebenarnya bentuk cinta, bentuk ekspresi cinta dengan berbagai lapisan dan kompleksitas. Antara kesal tapi tetap sayang, rindu tapi kadang memilih menjauh, itu semua rasanya ada di dalam keluarga. Tapi tetap saja, itulah keluarga,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya merawat keluarga meski tidak sempurna. “Yang penting adalah bagaimana dalam ketidaksempurnaan itu, kita tetap berusaha menjaga dan merawatnya. Mungkin itu yang saya pikir penting di film Desember Jani,” tutup Meiske.















