Jakarta – Istilah “jantung bocor” merujuk pada kondisi katup jantung yang mengalami penyempitan, kebocoran, atau tidak mampu menutup sempurna sehingga aliran darah tidak terarah dengan baik. Gangguan katup jantung ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting.
Menurut dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp.JP dari Mayapada Hospital Surabaya, gangguan katup jantung biasanya memburuk secara perlahan dan baru terdeteksi saat kondisinya sudah berat. Ia menjelaskan, “Gangguan katup jantung sulit disadari, karena pada tahap awal tubuh masih berusaha beradaptasi terhadap gangguan yang terjadi. Meski gejala belum terasa, jantung tetap dipaksa bekerja lebih keras. Akibatnya, penderitanya merasa baik-baik saja, padahal beban kerja jantung terus meningkat hingga pada akhirnya memicu kondisi yang lebih serius.”
Dr. Jeffrey menambahkan bahwa masyarakat perlu peka terhadap kondisi jantung, terutama jika mulai muncul keluhan seperti mudah lelah meski beraktivitas ringan, sesak napas, nyeri dada, serta pembengkakan pada kaki atau pergelangan. Namun, keluhan tersebut sering dianggap sebagai faktor penuaan atau keluhan biasa sehingga pemeriksaan sering ditunda.
Penundaan pemeriksaan dini dapat berakibat fatal. “Gangguan katup jantung yang dibiarkan dapat berujung pada masalah serius seperti gagal jantung akibat ketidakmampuan memompa darah secara optimal, gangguan irama jantung (aritmia), penurunan kualitas hidup, hingga risiko kematian mendadak pada kondisi tertentu,” jelas dr. Jeffrey.
Untuk menjaga kesehatan katup jantung, masyarakat disarankan menjalani pemeriksaan secara berkala, terutama bagi yang memiliki faktor risiko. Selain itu, gaya hidup sehat dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik juga sangat dianjurkan.
Mayapada Hospital Surabaya menyediakan layanan Heart and Vascular Center yang didukung oleh tiga pilar utama. Pertama, Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit yang fokus pada evaluasi, diagnosis, dan penanganan awal keluhan nyeri dada dengan pemeriksaan awal gratis jika tidak ditemukan indikasi jantung, serta rujukan lanjutan jika terindikasi penyakit jantung. Kedua, Advanced Treatment yang melayani gangguan pembuluh darah, irama jantung, dan kelainan struktur jantung dengan pendekatan terkini. Ketiga, Team-Based Management yang memastikan keputusan klinis dan rencana perawatan ditetapkan melalui kolaborasi aktif dalam Cardiac Board yang melibatkan berbagai spesialis terkait.
Pendekatan multidisiplin ini membantu menentukan tindakan paling tepat, mulai dari Coronary Angiography (CAG), Percutaneous Coronary Intervention (PCI), termasuk Complex PCI, penanganan gangguan katup dan vaskular jantung, irama jantung, hingga terapi gagal jantung lanjut dengan dukungan alat bantu pompa jantung Left Ventricular Assist Device (LVAD). Layanan ini juga menyediakan Cardiac Advisor yang mendampingi pasien dan keluarga sejak awal hingga pemulihan untuk memastikan setiap keputusan medis dipahami dan perawatan berjalan lancar.
Informasi lengkap mengenai layanan jantung di Mayapada Hospital dapat diakses melalui fitur Health Articles dan Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).















