Jakarta – Kedekatan Wanda Hamidah dengan keempat anaknya menarik perhatian publik. Meskipun berstatus sebagai single mom, Wanda tetap meluangkan waktu berkualitas bersama anak-anaknya.
Perceraian orang tua sering kali menjadi pengalaman sulit bagi anak-anak. Perubahan dalam dinamika keluarga bisa berdampak pada kondisi emosional dan meninggalkan luka yang terbawa hingga dewasa. Namun, tidak semua anak yang tumbuh dalam keluarga dengan orang tua berpisah mengalami dampak negatif yang sama. Kehadiran orang tua yang tetap memberikan perhatian, dukungan, dan kasih sayang dapat membuat anak merasa aman dan dicintai.
Anak-anak Wanda Hamidah merasakan hal tersebut. Mereka mengaku tetap mendapatkan cinta dan kasih sayang yang utuh meski dibesarkan oleh sang bunda sebagai single mom. Bahkan, pengalaman perceraian orang tua mereka menjadi pelajaran berharga yang membentuk pandangan mereka tentang keluarga dan kasih sayang.
Muhammad Alfath Hakim, anak kedua Wanda dari pernikahan pertama dengan Cyril Raoul Hakim, menyampaikan hal ini saat menjadi bintang tamu dalam program For Your Pagi. Alfath mengatakan bahwa tidak semua anak dari keluarga yang berpisah kehilangan kasih sayang. Ia dan saudara-saudaranya menjadi bukti bahwa anak tetap bisa tumbuh dengan cinta dan perhatian dari kedua orang tua.
“Bisa (penuh kasih sayang), enggak tahu sih. Ya maksudnya juga teman-teman yang orang tua yang masih utuh banyak juga, sorry to say, belum tentu baik juga gitu, lho,” ujar Alfath.
Alfath mengaku tidak menjadikan perceraian orang tuanya sebagai trauma. Sebaliknya, ia mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut yang membentuk cara pandang dan pemikirannya saat ini. “Banyak orang yang mungkin kalau orang tua berpisah dia mengalami trauma dan itu membentuk dirinya karena trauma yang dia alami. Tapi, kalau aku bukan jadi trauma, aku mencoba jadiin pelajaran aja,” jelasnya.
Wanda Hamidah mengaku terbuka menerima nasihat dari anak-anaknya, termasuk Alfath. “Jadi dia juga, Alfath nasihatin aku juga. Ya of course, dan aku terima nasihat dari anak,” ungkap Wanda.
Sebagai orang tua, Wanda menyadari bahwa ia tidak selalu benar dan masih terus belajar menjadi ibu yang baik. “Aku juga tahu sebagai ibu aku enggak selalu benar. Sampai sekarang, aku juga terus belajar. Aku tahu, aku tidak sempurna. Jadi, makanya ketika anak bisa bilangin ibu dan aku mendengarkan mereka,” katanya.
Wanda terus melakukan evaluasi diri dan berusaha menjadi ibu yang lebih baik setiap hari. “Aku koreksi diri, aku mencoba untuk koreksi dan berusaha menjadi lebih baik, ibu yang baik. Aku enggak pernah merasa sempurna, tapi aku selalu mencoba setiap hari untuk menjadi ibu yang lebih baik,” tuturnya.















