Kenali Anensefali: Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala

Devi Rizky

kenali-anensefali,-bayi-tanpa-tempurung-kepala
Kenali Anensefali, Bayi Tanpa Tempurung Kepala

Jakarta – Anensefali merupakan kondisi serius di mana bayi lahir tanpa tempurung kepala karena otak dan tengkorak janin tidak berkembang sempurna dalam rahim. Kondisi ini terjadi akibat tabung saraf yang gagal menutup pada bulan pertama kehamilan, sehingga bagian atas otak dan tengkorak tidak terbentuk.

Menurut Cleveland Clinic, anensefali termasuk cacat tabung saraf yang memengaruhi sistem saraf bayi, seperti otak, tulang belakang, dan saraf. Bayi yang lahir dengan kondisi ini biasanya hanya bertahan hidup beberapa menit hingga hari. Sebagian besar kehamilan dengan kondisi ini berisiko keguguran atau bayi lahir meninggal.

Penyebab anensefali berkaitan dengan masalah pada proses pembentukan dan penutupan tabung saraf. Bagian atas tabung saraf yang tidak menutup menyebabkan bagian depan dan atas otak tidak tumbuh, sementara bagian otak lain mungkin berkembang tetapi tidak tertutup kulit atau tengkorak.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan beberapa faktor risiko anensefali, antara lain kadar folat rendah pada awal kehamilan, kondisi kesehatan seperti diabetes, dan konsumsi obat-obatan tertentu.

Gejala anensefali sulit dideteksi tanpa pemeriksaan. Bayi yang lahir dengan kondisi ini tidak memiliki penglihatan, pendengaran, dan kemampuan merasakan nyeri. Tanda lain meliputi kadar alpha-fetoprotein tinggi pada tes darah, cairan ketuban berlebih, hilangnya sebagian tengkorak dan otak, serta ukuran kepala yang lebih kecil.

Hingga kini, belum ada pengobatan untuk anensefali. Perawatan medis fokus pada menjaga kenyamanan bayi dan memberikan dukungan emosional kepada keluarga. Risiko anensefali dapat dikurangi dengan mengonsumsi asam folat 400 mcg setiap hari sejak awal perencanaan kehamilan.

Pencegahan lain meliputi konsultasi obat saat program hamil dan menjaga kesehatan secara keseluruhan, terutama bagi ibu dengan kondisi seperti diabetes. Diagnosis anensefali dapat dilakukan melalui skrining prenatal seperti tes darah quad marker, USG, MRI janin, dan amniosentesis pada usia kehamilan 18-20 minggu.

Deteksi dini sangat penting untuk mempersiapkan penanganan yang tepat karena anensefali merupakan kelainan bawaan yang tidak dapat disembuhkan.

Popular Post

Mood Daily

Kamu Benar Mencintainya ? Ini Tanda Ketulusanmu !

Femalers – Perempuan yang benar tulus mencintai pasanganya memiliki cara tertentu untuk menjalin hubungan. Kesetiaan dalam suatu hubungan merupakan sesuatu ...

FashionOOTD

Nama Fashion Style yang Wajib Kamu Ketahui !

Femalers – Sejak dahulu gaya fashion merupakan trend yang paling cepat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dari tahun ke tahun ...

BeautyMake Up

Eyelash Extension dan Eyelash Lifting? Apa Bedanya?

Femalers – Setiap wanita pasti ingin mempunyai bulu mata yang tebal dan lentik. Berkembanglah trend eyelash extension dan juga eyelash ...

BeautySkin Care

Kulit Kusam Bikin Muram, Atasi Dengan Cara Sederhana Ini !

Femalers – Wajah kusam disebabkan oleh berbagai hal sederhana yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Penyebabnya adalah kosmetik yang ...

KarirMahMud

Karir atau Rumah Tangga? Bagaimana Menyeimbangkan Keduanya?

Femalers – Zaman sekarang ialah zaman emansipasi wanita, yang dimana wanita dapat mengenyam pendidikan dan juga berkarir. Banyak wanita yang ...

BeautyMake Up

Kesalahan Saat Bermake-Up? Apa Saja?

Femalers – Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik di depan banyak orang. salah satu penunjang kecantikan wanita ialah make ...

Tinggalkan komentar