Jakarta – Gejala awal kanker sering kali sulit dikenali karena mirip dengan keluhan ringan sehari-hari. Namun, tubuh sebenarnya memberikan sinyal yang bisa diamati dari hal sederhana, termasuk kondisi feses.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa kondisi feses menyimpan petunjuk penting terkait kesehatan. Perubahan tertentu di dalam usus berpotensi menjadi tanda adanya penyakit serius sebelum gejala jelas muncul.
Temuan ini berasal dari studi mengenai kanker pankreas, jenis kanker yang sulit dideteksi pada tahap awal. Para peneliti menemukan bahwa perubahan komposisi bakteri usus yang terekam dalam feses dapat menjadi petunjuk keberadaan kanker sebelum penderita mengalami gejala berat.
Kanker pankreas jenis pancreatic ductal adenocarcinoma (PDAC) adalah bentuk kanker pankreas yang paling umum. Kanker ini tumbuh di saluran pankreas yang terhubung langsung dengan usus kecil, sehingga perubahan pada pankreas meninggalkan jejak biologis di saluran pencernaan dan muncul dalam feses.
Selama ini, kanker pankreas sering baru terdiagnosis ketika pasien mengalami keluhan seperti kelelahan berkepanjangan, gangguan metabolisme energi, penurunan kondisi tubuh, atau nyeri yang tidak jelas penyebabnya. Gejala tersebut sering dianggap tidak berbahaya sehingga banyak pasien baru mengetahui penyakitnya saat sudah memasuki stadium lanjut.
Peneliti menegaskan bahwa yang menjadi fokus bukan bentuk atau warna feses, melainkan kandungan bakteri di dalamnya. Melalui analisis sampel feses menggunakan teknologi sekuensing genetik 16S rRNA, ilmuwan dapat mengidentifikasi jenis dan jumlah bakteri yang hidup di usus seseorang.















