Jakarta – Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengeluarkan peringatan resmi kepada penggemar sepak bola di seluruh dunia terkait maraknya situs web palsu menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada Juni dan Juli mendatang. Situs tiruan tersebut dibuat sangat mirip dengan situs resmi FIFA dengan tujuan menguras uang dan mencuri data pribadi korban.
Dalam pengumuman yang dirilis pada 28 Mei 2026, FBI menyatakan bahwa para pelaku kejahatan siber membuat domain palsu yang menyerupai situs resmi FIFA. Mereka berusaha mengumpulkan data sensitif seperti nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, email, hingga informasi kartu pembayaran.
“Pelaku ancaman sering membuat situs web palsu dengan sedikit mengubah karakteristik domain situs web yang sah, dengan tujuan mengumpulkan informasi identitas pribadi yang dimasukkan oleh pengguna ke dalam situs tersebut, termasuk nama, alamat rumah, nomor telepon, alamat email, dan informasi perbankan,” ujar FBI mengutip Houston Public Media, Jumat (29/5).
FBI menjelaskan bahwa modus yang digunakan adalah typosquatting atau pembajakan nama domain. Pelaku mendaftarkan alamat web yang mirip dengan domain resmi FIFA (fifa.com), namun dengan sedikit modifikasi atau menggunakan akhiran domain yang tidak biasa seperti “.org”, “.xyz”, dan “.sale”.
“Situs web palsu dapat meniru URL yang sah dengan menggunakan kesalahan ejaan kecil, seperti fifa[.]com, atau domain tingkat atas alternatif, seperti .org daripada .com,” tambah FBI.
FBI juga mengingatkan bahwa serangan siber ini memanfaatkan kesalahan ketik pengguna saat mengunjungi URL. Oleh karena itu, mereka menyarankan agar pengguna memastikan pengetikan URL “fifa.com” dengan benar dan menghindari tautan yang diberi label “bersponsor” oleh mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo.
Situs web palsu yang ditemukan dapat dilaporkan melalui Pusat Pengaduan Kejahatan Internet FBI.















