Jakarta – Posisi mating press kini menjadi perbincangan hangat sebagai variasi dari posisi misionaris yang menawarkan kontak tubuh lebih dekat dan penetrasi lebih dalam. Posisi ini dianggap dapat meningkatkan keintiman dan komunikasi antara pasangan suami istri (pasutri).
Menurut terapis seks bersertifikat Rachel Needle dari Nova Southeastern University, posisi mating press memungkinkan kontak kulit, pelukan, dan tatapan mata yang lebih intens dibanding posisi lain. Needle menyatakan, “Yang semuanya bisa sangat menggairahkan.” Posisi ini juga membantu pasangan jangka panjang menghidupkan kembali percikan seksual dalam hubungan mereka.
Terapis seks Ian Kerner menambahkan bahwa posisi berbasis misionaris sering dianggap intim karena menghadirkan rasa dekat dan koneksi emosional. Posisi mating press juga dikaitkan dengan stimulasi area sensitif tertentu akibat sudut penetrasi yang berbeda.
Namun, posisi ini tidak selalu nyaman bagi semua orang karena membutuhkan fleksibilitas kaki dan pinggul. Beberapa efek samping yang mungkin muncul antara lain pegal pada paha, pinggang, atau lulus, ketidaknyamanan akibat penetrasi terlalu dalam, kram otot, nyeri panggul, hingga risiko cedera ringan jika dilakukan terlalu agresif.
Para ahli menekankan pentingnya komunikasi selama mencoba posisi baru. Jika mulai terasa sakit atau tidak nyaman, pasangan disarankan mengubah posisi atau berhenti sejenak. Needle menegaskan, “Dengan penerima dalam posisi yang rentan secara fisik dan pemberi menahannya di tempatnya dengan berat badannya, posisi ini secara alami akan mengarah pada intensitas dan dominasi.”
Bagi ibu hamil, orang dengan cedera punggung, masalah panggul, atau gangguan sendi, sebaiknya konsultasi dengan dokter sebelum mencoba posisi ini yang memberi tekanan cukup besar pada tubuh.
Cara melakukan posisi mating press adalah pasangan penerima berbaring telentang dengan satu kaki di masing-masing bahu pasangan pemberi, membentuk huruf ‘V’. Pasangan pemberi melakukan penetrasi dari atas sambil menopang tubuh dengan tangan dan lutut, mengendalikan kedalaman dan ritme penetrasi secara perlahan. Beberapa pasangan menaruh bantal di bawah pinggul untuk kenyamanan.
Modifikasi posisi bisa dilakukan, seperti mengangkat satu kaki saja atau menekuk lutut agar tekanan berkurang. Beberapa tips agar posisi mating press nyaman antara lain melakukan perlahan di awal, menggunakan bantal sebagai penyangga, tidak memaksakan fleksibilitas, berkomunikasi tentang rasa nyaman atau tidak nyaman, serta menggunakan pelumas jika diperlukan.
Meski posisi ini menarik karena penetrasi dalam dan kontak tubuh yang intim, kenyamanan dan komunikasi tetap menjadi hal terpenting saat mencobanya.















