Jakarta – Kesehatan usus bayi menjadi salah satu faktor krusial yang mendukung tumbuh kembangnya sejak lahir. Berbeda dengan mikrobioma usus orang dewasa yang lebih kompleks, usus bayi masih dalam tahap pembentukan sehingga hari-hari dan minggu pertama kehidupan sangat penting.
Profesor Pediatri Hitesh Deshmukh, MD, PhD, menjelaskan bahwa kesehatan usus bayi mulai terbentuk sejak proses persalinan. “Selama persalinan normal, bayi terpapar bakteri dari saluran kelahiran ibu, yang membantu menumbuhkan mikrobioma usus,” ujarnya. Paparan bakteri ini berbeda pada setiap bayi sehingga perkembangan mikrobioma usus pun tidak sama.
Selain proses kelahiran, menyusui juga berperan penting. ASI mengandung mikroba hidup dan nutrisi khusus yang membantu pertumbuhan bakteri baik di usus bayi. Saat menyusu, mikroba dari kulit ibu juga ikut berpindah, memperbanyak mikroba baik di tubuh bayi. Semua proses ini saling melengkapi dalam membentuk kesehatan usus bayi.
Kesehatan usus bayi berpengaruh besar pada sistem kekebalan tubuhnya. Di bulan pertama, mikrobioma usus membantu melatih sistem imun bayi agar dapat membedakan mana yang berbahaya dan tidak. Gangguan pada fungsi ini dapat berdampak pada risiko alergi dan asma di masa depan.
Untuk menjaga kesehatan usus bayi, orang tua dapat melakukan beberapa langkah sederhana. Menyusui menjadi cara utama untuk membantu pertumbuhan bakteri baik dan memperkuat sistem imun, terutama bagi bayi yang lahir melalui operasi caesar. Kontak kulit ke kulit juga dianjurkan karena dapat meningkatkan mikrobioma baik, terutama pada bayi prematur. Selain itu, menjaga kesehatan ibu selama kehamilan dengan pola makan baik dan kondisi tubuh sehat penting untuk paparan mikroba yang dikenalkan pada bayi saat lahir. Penggunaan antibiotik harus dilakukan dengan bijak karena dapat memengaruhi perkembangan mikrobioma usus bayi.
Pada tahun pertama, bayi juga bisa mengalami beberapa masalah pencernaan yang umum terjadi karena sistem pencernaan yang masih berkembang. Dokter anak dari UNC Health menyebutkan beberapa masalah tersebut, antara lain kolitis yang disebabkan iritasi usus akibat protein dari makanan, intoleransi makanan yang membuat bayi kembung dan rewel, sembelit dengan tanda tinja keras dan perut kembung, refluks dan GERD yang jika berat dapat menghambat kenaikan berat badan, serta reaksi alergi makanan yang ditandai ruam atau gatal-gatal.
Penjelasan ini menegaskan betapa pentingnya menjaga kesehatan usus bayi sejak awal kehidupan untuk mendukung tumbuh kembang optimal dan kesehatan jangka panjang.















