Jakarta – Dua perempuan menjadi sosok penting di balik perkembangan McDonald’s Indonesia selama hampir tiga dekade. Pada 1998, Dewie Kulsum menerima pesanan pertamanya dari McDonald’s Indonesia, yang saat itu masih baru dikenal di Tanah Air. Langkah kecil tersebut menjadi awal usaha rumahan yang kini memberdayakan lebih dari 160 karyawan.
Di waktu yang hampir bersamaan, Ratna Wirahadikusumah memilih menapaki bidang pengembangan usaha dan konstruksi restoran, yang jarang dilirik perempuan. Ratna kini menjabat sebagai Director Store Development Group McDonald’s Indonesia dan telah memimpin pembukaan lebih dari 250 restoran di berbagai daerah.
Human Resources & General Services Director PT Rekso Nasional Food, Yulianti Hadena, menyatakan, “McDonald’s Indonesia bangga menyaksikan perempuan Indonesia dalam ekosistem kami tumbuh menjadi pribadi mandiri dan berani berkarya, mencerminkan semangat Kartini yang sesungguhnya.”
Berdasarkan studi independen Oxford Economics periode April 2024-Maret 2025, 40% karyawan McDonald’s Indonesia adalah perempuan, dan 44% posisi kepemimpinan dipegang oleh perempuan. Setiap 100 karyawan langsung mendukung sekitar 300 pekerjaan tambahan di berbagai sektor, dengan kontribusi total sekitar 48.700 lapangan kerja di sektor pertanian, distribusi, dan jasa.
Ratna mengungkapkan, “Nilai kekeluargaan dan dukungan dari keluarga serta rekan membuat saya tidak pernah merasa dipandang sebelah mata. Kepemimpinan lahir dari rasa saling menghargai dan kemauan belajar. We lead by example, integritas, disiplin, dan kerja keras harus dimulai dari diri sendiri.” Ia menambahkan bahwa membuka restoran melibatkan proses panjang dan kolaborasi lintas fungsi yang kompleks.
Ratna juga mendorong lebih banyak perempuan untuk masuk ke dunia pengembangan, termasuk peran teknis seperti Project Manager. “Sebagai pemimpin, ketika membuat keputusan berdasarkan data valid dan mempertimbangkan risiko, jangan ragu, go for it. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan memimpin,” ujarnya.
Sementara itu, Dewie Kulsum memulai kariernya sebagai desainer grafis di Bandung dan menjadi mitra konveksi McDonald’s Indonesia sejak 1998. Kini, usahanya mempekerjakan 60 karyawan tetap dan lebih dari 100 tenaga kerja tambahan dari komunitas sekitar. Dewie menyatakan, “McDonald’s Indonesia bukan sekadar mitra, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk saya menjadi pengusaha. Saya dibimbing memahami standar produksi internasional dan membangun manajemen bisnis terstruktur.”
Dewie mengajak perempuan Indonesia untuk tidak takut memulai dari nol. “Siapa pun bisa memulai dengan passion dan kemauan. Modal dan peluang akan mengikuti. Kuncinya konsisten, pantang menyerah, dan berani bertanggung jawab,” katanya.
Kisah Ratna dan Dewie mencerminkan ekosistem inklusif yang dibangun McDonald’s Indonesia selama 35 tahun, yang membuka peluang bagi perempuan untuk tumbuh, memimpin, dan memberikan dampak luas. Dalam momentum Hari Kartini, McDonald’s Indonesia menegaskan bahwa “Sepenuhnya Indonesia” bukan hanya soal produk lokal, tetapi juga pemberdayaan sumber daya manusia Indonesia untuk berkembang dan berkontribusi.















