Jakarta – Nyeri hebat di punggung yang menjalar hingga ke kaki, disertai kesemutan atau mati rasa, sering menjadi tanda saraf terjepit. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga mengganggu produktivitas sehari-hari.
Menurut tim medis dari University of Utah Health, saraf terjepit terjadi ketika akar saraf yang keluar dari ruas tulang belakang tertekan. Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, Dr. Zachary McCormick, menjelaskan, “Setiap bagian tulang belakang memiliki jalur khusus tempat saraf keluar. Jika jalur itu menyempit atau terhalang, saraf akan tertekan dan menimbulkan rasa sakit.”
Penyebab utama saraf terjepit di punggung adalah pergeseran atau penonjolan bantalan tulang belakang dan penyempitan ruang di dalam saluran tulang belakang. Penonjolan bantalan tulang sering terjadi akibat kebiasaan buruk saat mengangkat beban, seperti membungkuk saat memungut barang berat. Sementara penyempitan ruang tulang belakang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia akibat peradangan sendi atau pertumbuhan tulang berlebih.
Banyak orang menyebut rasa nyeri yang menjalar ke kaki sebagai linu panggul, namun secara medis rasa sakit tersebut berasal dari tekanan pada saraf di bagian bawah tulang belakang yang menyebar sepanjang jalur saraf panggul.
Penanganan saraf terjepit disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Pada tahap awal, perubahan posisi dan kebiasaan bergerak sering kali sudah cukup meredakan keluhan. Jika masalah berasal dari bantalan tulang yang menonjol, posisi telungkup dengan dada diangkat sedikit dapat mengurangi tekanan. Sedangkan jika penyebabnya penyempitan saluran tulang, gerakan menekuk punggung seperti mendekatkan lutut ke dada biasanya membantu mengurangi nyeri.
Istirahat cukup, bergerak ringan, dan konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas juga dianjurkan. Namun, kondisi Sindrom Cauda Equina yang ditandai mati rasa di area selangkangan, kelemahan kaki, dan kesulitan menahan buang air kecil atau besar harus segera mendapat penanganan medis karena berisiko kelumpuhan permanen.
Untuk mencegah kambuh, penting menjaga postur duduk dengan punggung menempel ke sandaran kursi dan menggunakan bantal penyangga pinggang jika perlu. Cara mengangkat beban juga harus diperbaiki dengan menekuk lutut, menjaga punggung lurus, dan menghindari memutar pinggang saat mengangkat. Menguatkan otot perut dan punggung serta tidak duduk terlalu lama dengan rutin berdiri dan berjalan ringan setiap satu atau dua jam juga sangat dianjurkan.
Merawat kesehatan tulang belakang berarti menjaga kualitas hidup. Kenali gejala sejak dini dan lakukan penanganan yang tepat agar masalah saraf terjepit tidak berkepanjangan.















