Jakarta – Suntik KB menjadi salah satu metode kontrasepsi yang efektif dalam mencegah kehamilan dengan cara menyuntikkan hormon ke tubuh perempuan. Di Indonesia, tersedia dua jenis suntik KB, yaitu suntik KB 1 bulan dan suntik KB 3 bulan, yang berbeda pada kandungan hormon yang disuntikkan.
Suntik KB 3 bulan mengandung hormon DMPA (Depo-Provera) dengan dosis 150 miligram dan diberikan setiap 3 bulan atau 12 minggu sekali. Menurut Kementerian Kesehatan RI, cara kerja suntik KB ini meliputi menekan ovulasi, membuat lendir serviks menjadi kental sehingga sperma sulit menembus, mengubah endometrium sehingga implantasi terganggu, dan menghambat transportasi gamet.
Suntik KB 3 bulan dapat dihentikan kapan saja dan tidak memengaruhi hubungan intim pasangan suami istri. Efektivitasnya mencapai 97 persen jika jadwal suntik tidak terlewat. Suntik ini bisa dimulai setelah 7 hari pertama menstruasi atau 6 minggu pasca melahirkan.
Terkait hubungan intim setelah suntik KB 3 bulan, pakar John P. Cunha menyatakan bahwa perempuan bisa melakukan hubungan tanpa pengaman jika suntikan pertama diberikan dalam 7 hari pertama menstruasi. Namun, jika suntikan diberikan lebih dari 7 hari setelah menstruasi dimulai, disarankan menggunakan kontrasepsi tambahan seperti kondom selama tujuh hari pertama untuk mencegah kehamilan.
Meski efektif, suntik KB 3 bulan tidak cocok untuk semua perempuan. Mayo Clinic menyebutkan beberapa kondisi yang menjadi kontraindikasi, seperti perdarahan vagina tanpa sebab jelas, kanker payudara, penyakit hati, reaksi alergi terhadap DMPA, risiko osteoporosis, serta riwayat serangan jantung atau stroke.
Selain itu, suntik KB 3 bulan tidak melindungi dari infeksi menular seksual seperti klamidia dan HIV. Oleh karena itu, penggunaan kondom tetap dianjurkan untuk menurunkan risiko infeksi.
Sebelum memilih kontrasepsi, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk memahami kelebihan, efektivitas, dan efek samping dari setiap metode kontrasepsi. Informasi ini diharapkan dapat membantu perempuan dalam menentukan pilihan kontrasepsi yang tepat.















