Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah kembali menjadi sorotan publik menyusul kasus korupsi dan insiden keracunan makanan. Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga mendapat kritik karena penerapannya dianggap ugal-ugalan dan tidak tepat sasaran.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Gibran menyatakan pemerintah berkomitmen membenahi tata kelola kedua program tersebut secara menyeluruh. “Pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan tata kelola MBG & KDMP untuk memastikan setiap rupiah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan eksekusi program bisa lebih tepat sasaran, lebih efektif, efisien, serta terbebas dari praktek-praktek korupsi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6).
Gibran menambahkan, langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan meningkatkan kemampuan fiskal pemerintah sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.
Sebelumnya, Wapres Gibran juga menerima perwakilan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di beberapa titik di Jakarta pada Senin (15/6) sore. Salah satu tuntutan utama para pendemo adalah mendesak pemerintah menghentikan pemborosan APBN dan mengevaluasi program-program populis.
Menurut Gibran, pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan yang disampaikan secara tertib dan konstruktif. “Seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah,” tuturnya.















