Jakarta – Indomaret ramai diperbincangkan di media sosial karena sejumlah gerainya tutup selama dua hari, mulai Minggu (31/5) hingga Senin (1/6). Gerai-gerai tersebut direncanakan akan kembali beroperasi pada Selasa (2/6).
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN), Iwan Kusnawan, menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan hasil kesepakatan antara pihak Indomaret dan para pekerjanya. Kedua belah pihak sepakat meliburkan karyawan yang menolak masuk pada hari libur nasional.
“Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan tersebut, kedua pihak sepakat akan melakukan perundingan ulang dan sudah disepakati juga bahwa bagi karyawan yang menolak untuk masuk di tanggal libur nasional, tetap tidak diwajibkan masuk dan mereka libur seperti biasa,” ujar Iwan.
Namun, tidak semua gerai Indomaret tutup. Beberapa gerai tetap buka dengan memperhitungkan lembur karyawan sesuai peraturan yang berlaku. Iwan menegaskan, “Apabila ada karyawan yang pada libur nasional masuk, maka harus diperhitungkan lemburnya sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku tanpa kecuali.”
Laporan menyebutkan sebanyak 448 toko Indomaret di cabang Lebak, Banten, tutup pada 31 Mei 2026. Untuk hari ini, 1 Juni 2026, jumlah gerai yang tutup belum diketahui secara pasti.
Keputusan penutupan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, mengingat sebelumnya Indomaret tetap buka pada hari libur nasional, termasuk saat Hari Raya Idul Fitri dan Natal. Sebuah pengumuman yang beredar menyatakan, “Pemberitahuan kami sampaikan kepada seluruh konsumen setia, Indomaret tutup operasional 31 Mei & 1 Juni 2026.”
Diduga, keputusan meliburkan gerai-gerai Indomaret ini dipicu oleh protes karyawan terkait penggantian upah lembur dengan hari libur. Hingga kini, perundingan antara manajemen dan pekerja masih berlangsung.















