Pop Mart Rilis Labubu Mini, Laba Melonjak 400 Persen

Meliana Gusti

pop-mart-mau-rilis-labubu-mini,-laba-perusahaan-naik-400%
Pop Mart Mau Rilis Labubu Mini, Laba Perusahaan Naik 400%

Jakarta – Perusahaan mainan Pop Mart, yang dikenal dengan produknya Labubu, berencana memperluas jangkauan pasarnya dengan meluncurkan versi mini dari boneka monster tersebut. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya popularitas Labubu di kalangan konsumen.

Reuters melaporkan, Labubu saat ini populer sebagai gantungan tas. Pop Mart akan meluncurkan versi mini yang dapat ditempelkan ke ponsel pada minggu ini.

Sebelumnya, Pop Mart mencatat bahwa seri The Monsters meraup pendapatan sebesar 4,81 miliar yuan pada semester pertama, yang menyumbang 34,7% dari total pendapatan perusahaan. Selain itu, empat seri mainan lainnya, termasuk Molly dan Crybaby, juga mencatatkan pendapatan lebih dari 1 miliar yuan selama periode yang sama.

CEO Pop Mart, Wang Ning, pada Rabu (20/8) menyampaikan bahwa perusahaannya optimis untuk mencapai target pendapatan sebesar 20 miliar yuan pada tahun 2025. Bahkan, Wang Ning menambahkan, angka tersebut berpotensi meningkat menjadi 30 miliar yuan atau setara dengan Rp 68 triliun pada tahun yang sama.

Kinerja keuangan Pop Mart menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan laba bersih melonjak hampir 400% akibat tingginya permintaan, terutama di pasar luar negeri yang menawarkan margin lebih tinggi.

Saham Pop Mart juga mencatatkan performa positif di Bursa Efek Hong Kong pada Rabu (20/8), menjadi saham dengan omzet paling aktif dan melonjak lebih dari 12,5% ke level penutupan tertinggi sejak debutnya di Hong Kong pada Desember 2020.

Eksekutif Pop Mart mengungkapkan bahwa perusahaan sedang menjajaki peluang ekspansi di pasar negara berkembang, termasuk Timur Tengah, Eropa Tengah, serta Amerika Tengah dan Selatan.

Wang Ning menuturkan, pihaknya sangat positif terhadap pasar luar negeri dan yakin masih ada ruang yang sangat luas untuk pertumbuhan. “Penjualan dari Amerika Utara dan Asia Pasifik tahun ini akan setara dengan penjualan di China pada tahun 2024,” ujarnya.

Model bisnis Pop Mart berfokus pada produksi dan penjualan mainan koleksi, yang sebagian besar dikembangkan bersama seniman dan dijual dalam blind box dengan harga sekitar US$ 10 hingga US$ 20. Konsumen tidak mengetahui jenis mainan apa yang ada di dalamnya.

Labubu, mainan bergigi lebar dari seri “The Monsters” yang dirancang oleh Kasing Lung, telah menjadi favorit di kalangan selebritas seperti Rihanna dan David Beckham, dan telah terjual habis di seluruh dunia.

Popular Post

Mood Daily

Kamu Benar Mencintainya ? Ini Tanda Ketulusanmu !

Femalers – Perempuan yang benar tulus mencintai pasanganya memiliki cara tertentu untuk menjalin hubungan. Kesetiaan dalam suatu hubungan merupakan sesuatu ...

FashionOOTD

Nama Fashion Style yang Wajib Kamu Ketahui !

Femalers – Sejak dahulu gaya fashion merupakan trend yang paling cepat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Dari tahun ke tahun ...

BeautyMake Up

Eyelash Extension dan Eyelash Lifting? Apa Bedanya?

Femalers – Setiap wanita pasti ingin mempunyai bulu mata yang tebal dan lentik. Berkembanglah trend eyelash extension dan juga eyelash ...

KarirMahMud

Karir atau Rumah Tangga? Bagaimana Menyeimbangkan Keduanya?

Femalers – Zaman sekarang ialah zaman emansipasi wanita, yang dimana wanita dapat mengenyam pendidikan dan juga berkarir. Banyak wanita yang ...

BeautySkin Care

Kulit Kusam Bikin Muram, Atasi Dengan Cara Sederhana Ini !

Femalers – Wajah kusam disebabkan oleh berbagai hal sederhana yang sering kali terlupakan oleh banyak orang. Penyebabnya adalah kosmetik yang ...

BeautyMake Up

Kesalahan Saat Bermake-Up? Apa Saja?

Femalers – Wanita pasti ingin tampil cantik dan menarik di depan banyak orang. salah satu penunjang kecantikan wanita ialah make ...

Tinggalkan komentar